Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label bibit jahe merah jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bibit jahe merah jogja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 April 2019

Bagaimana Supaya Jahe Merah Panen Melimpah?



Agar Jahe Merah panen melimpah

                Setiap pembudidaya jahe merah tentu saja menginginkan hasil panen yang melimpah. Namun mewujudkannya tentu saja tak semudah yang dibayangkan. Diperlukan kerja keras, pengetahuan yang luas dan tindakan yang bernas dalam budidaya jahe merah. Dengan begitu, diharapkan budidaya jahe merah kita memperoleh hasil yang indah. Berkah berlimpah.
                Bibit Yang Tepat
                Untuk memperoleh hasil panen yang memuaskan tentu saja salah satu hal utama adalah bibit. Bibit yang tepat tentu saja adalah bibit yang layak. Bibit yang layak memiliki kriteria khusus; minimal berumur satu tahun dalam usia penanamannya, bebas penyakit(busuk rimpang, jamur) dan tentu saja sudah “parkir” minimal 10 hari.
                Secara fisik, bibit rimpang jahe merah yang baik tampak sehat tunasnya. Agak gemuk dan sudah terlihat di sebagian mata tunasnya. Mata tunasnya muncul sedikit. Dan untuk bibit jahe merah tandanya mata tunasnya merah. Lain halnya dengan bibit jahe emprit yang memiliki tanda putih di mata tunasnya.
bibit jahe merah

                Pengolahan Lahan Tepat
                Lahan yang baik tentu saja lahan yang subur. Lahan yang subur adalah lahan yang kaya akan unsur hara dan unsur organik. Biasanya tanahnya gembur, tidak keras atau padat. Itulah sebabnya, pengolahan lahan yang tepat menjadi salah satu kata kunci sukses budidaya jahe merah. Ada baiknya anda mengechek PH tanah anda yang akan anda tanami jahe merah. Bila PH nya dibawah 6, maka tambahkanlah pupuk organik (kotoran kambing, sapi, kerbau, dll) dan dolomit ke lahan anda. Namun bila PH nya diatas 6 biarkan saja. Itu justru bagus untuk jahe merah. Karena berarti lahannya subur.
                Perawatan tanaman yang tepat
                Perawatan menjadi salah satu kata kunci sukses dalam budidaya jahe merah. Perawatan yang intensif sangat menentukan sukses tidaknya budidaya jahe merah. Perawatan yang bisa anda lakukan tentu saja sesuai umur tanaman jahe anda. Di awal penanaman, tentu saja pastikan tanaman tumbuh sehat dengan penyiraman yang tepat (bila musim kemarau), bersihkan dari gulma dan pemberian pupuk organik yang sesuai.
                Anda berminat menanam jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stock siap kirim ke seluruh penjuru nusantara. Untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, Papua, NTB, NTT bisa dikirim lewat cargo laut dan udara. Untuk area Jawa, Sumatra dan Bali kami kirim lewat ekspedisi darat. Untuk keterangan lebih lengkap bisa menghubungi kami di SMS/Tlp WA 087838393451. Salam sukses untuk anda yang terjun dalam budidaya jahe merah.
                  


Kamis, 10 Mei 2018

Bagaimana Memelihara Bibit Jahe Merah?


Pemeliharaan Bibit Jahe merah

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.
Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah
bibit jahe merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.
Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.
Membantu bibit beradaptasi

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.
Penyiapan Lahan Pembesaran
Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).
Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.
Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.