Entri Populer

Sabtu, 16 Mei 2015

Apa perbedaan jahe merah, emprit dan jahe gajah?

Bagi pemula, seringkali bingung membedakan antara jahe merah, jahe emprit dan jahe gajah. Namun, jangan khawatir, kali ini budidaya jahe merah jogja akan berbagi info untuk anda yang ingin mencoba budidaya jahe merah.
Secara umum jahe merah terbagi dalam tiga macam; yakni jahe merah, emprit dan jahe gajah. Jahe merah merupakan jahe dengan nama latin Zingiber officinalevar rumbrum yang juga biasa disebut jahe sunthi. Jahe merah memiliki rimpang berwarna hijau kemerah-merahan dengan aroma khas pedas. Jahe merah banyak dimanfaatkan untuk pembuatan minyak jahe dan bahan obat-obatan.

JAHE MERAH

Jahe merah memiliki kandungan minyak asiri lebih besar yakni sekitar 2,58 – 2,72 %. Sementara jika dilihat dari ukuran rimpangnya jahe merah memiliki ukuran rimpang yang agak kecil, ruas rata dan sedikit menggembung. Lalu panjang daun sekitar 24,5 cm- 24,8 cm.
jahe merah, bibit jahe merah
jahe merah

JAHE EMPRIT

Untuk jahe emprit atau yang biasa disebut jahe putih kecil lebih berwarna putih, bentuknya agak pipih, berseratb lembut dan aromanya kurang tajam disbanding jahe merah. Jahe emprit banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jamu segar maupun kering. Jahe emprit juga digunakan untuk bahan pembuatan minuman, penyedap makanan, rempah-rempah serta cocok untuk ramuan obat-obatan.
jahe emprit, bibit jahe emprit
jahe emprit

JAHE GAJAH

Jahe gajah atau jahe besar/ jahe badak memiliki warna putih kekuningan. Di samping itu, rimpangnya lebih besar dan gemuk dengan ruas rimpang lebih menggembung dari pada jenis lainnya. Jahe gajah biasanya digunakan untuk sayur, masakan, minuman, permen dan rempah-rempah. Jahe gajah cocok dikonsumsi waktu berumur muda maupun tua, baik sebagai jahe segar maupun olahan.
jahe gajah, bibit jahe gajah, jual jahe gajah
jahe gajah, budidaya jahe gajah
Demikian sedikit info Perbedaan jahe merah, jahe emprit dan jahe gajah. Semoga bermanfaat. Terima kasih anda telah membaca artikel kami. 

Minggu, 26 April 2015

Langkah langkah sebelum memulai budidaya jahe merah




 Langkah langkah sebelum memulai budidaya jahe merah



 Akhir akhir ini, budidaya jahe merah semakin moncer di tengah masyarakat. Banyak masyarakat yang mulai tertarik membudidayakannya. Namun tentu saja mencoba budidaya jahe merah tidak cukup tanpa tahu seluk beluk ilmu terkait budidaya jahe merah. Itulah sebabnya, sebelum anda memulai budidaya jahe merah perlu disiapkan lengkah seperti berikut ini.

Budidaya jahe merah perlu memperhatikan kondisi iklim yang cocok untuk pembudidayaan. Jahe merah sangat cocok ditanam pada iklim yang mempunyai curah hujan tinggi kisaran antara 2500-4000 mm/tahun. Setelah umur 2,5-7 bulan tanaman jahe merah juga membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, sehigga lebih baik tanaman jahe merah diletakkan pada tempat yang terkena paparan sinar matahari sepanjang hari. Pengaturan suhu pun harus diperhatikan suhu optimum yang dibutuhkan tanaman jahe merah adalah antara 20-35 derajat celcius. Sehingga jahe merah dapat berkembang optimal.
Pemilihan Media Tanam
Pemilihan media tanam, jahe merah tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 sampai 2000 m dpl di indonesia yang mempunyai daaerah tropis tanaman jahe merah biasanya ditanam di ketinggian 200 smpai 600 m dpl. Sebelum memilih media tanam pastikan anda mempunyai bibit yang unggul dan mempunyai kualitas bagus yang diambil dari perkebunan atau dari pembibitan yang sudah ada sehingga nanti dapat dihasilkan tanaman jahe merah dengan varietas tanaman yang tumbuh tinggi dengan hasil terbaik.
Untuk media tanam budidaya jahemerah bisa menggunakan dua media, bisa menggunakan media lahan dan bagi anda yang tidak memiliki lahan cukup luas untuk bertanam jahe merah tidak usah khawatir karena media polybag pun bisa digunakan sebagai solusi permasalahan lahan. Jika anda mempunyai cukup lahan kosong maka bibit jahe merah bisa ditanam pada kondisi tanah yang subur , gembur dan banyak mengandung bahan organik seperti tanah latosol berwarna merah kecoklatan atau andosol. Sementara itu tekstur tanah yang baik bagi pertumbuhan jahe merah adalah tanah-tanah bertekstur lempung, lempung liat berpasir, lempung berdebu serta lempung berliat. Derajat keasaman tanah yang dibutuhkan minimal 4,5 sedangkan untuk idealnya dibutuhkan PH 6,8-7,4 yang juga perlu diperhatikan adalah kmiringan tanah usahakan jahe merah ditanam pada lahan dengan kemiringan kurang dari 3%.
Sedangkan bagi anda yang tidak memiliki lahan atau hanya memiliki lahan sempit, tidak usah risau karena jahe merah juga dapat di tanam melalui media polybag yang tidak memerlukan banyak tempat tentunya. Sebelum memulai bertanam jahe merah siapkan polybag sesuai kebutuhan setara dengan jumlah rimpang yang dimiliki.
Budidaya Jahe Merah dalam Polybag
Tanaman jahe merah yang ditanam dalam polybag memerlukan perawatan rutin yaitu harus di sirami terus menerus setiap hari pada pagi dan sore hal ini untuk menyiasati agar tanaman jahe merah tidak kekurangan air apabila ditanam sebelum musim penghujan dan juga agar tanah didalam polybag tetap gembur tidak kering sehingga tanaman jahe merah didalam polybag tidak mati. Seain disirami tanaman juga harus diberi pupuk, paling baik pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang seperti kotoran sapi atau kambing atau juga bisa menggunakan pupuk jadi yang terbuat dari bahan organik seperti pupuk Super Nasa. Terimakasih atas kunjungannya, semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

Minggu, 01 Juni 2014

Sembilan Alasan Mengapa Perlu Mencicipi Manisnya Budidaya Jahe Merah

Sembilan Alasan Mengapa Perlu Mencicipi Manisnya Budidaya Jahe Merah

Budidaya jahe merah dari hari ke hari semakin populer dan digandrungi di hampir khalayak masyarakat. Daerah budidaya jahe merah seperti Madiun, Bogor, Jogja, Sleman, Kebumen, Pati, Karanganyar dan sekitarnya adalah diantara daerah yang kini sedang ramai untuk membudidayakan jahe merah. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Setidaknya, ada sembilan alasan mengapa anda perlu mencoba budidaya jahe merah.

Budidaya Jahe Merah Prospek

Pertama, bernilai ekonomis yang tinggi. Kebutuhan akan jahi merah masih terus meningkat dan dibutuhkan baik dari pasar dalam negerimaupun mancanegara. Jahe merah selain digunakan untuk produk  utama sekaligus pendukung di industri obat-obatan, makanan dan obat-obatan, juga menjadi salah satu menu hangat dan segar di beberapa warung dan pasar lokal.

Kedua, bisa ditanam dalam lahan manapun. Budidaya jahe merah bisa ditanam di teras rumah, pekarangan rumah, ladang dan sawah. Kuncinya adalah adanya sinar matahari yang cukup di lokasi tersebut. Semakin banyak memperoleh sinar matahari tentu akan semakin baik. Namun demikian, tentu didukung dengan cara perawatan dan pemiliharaan yang benar meliputi pemilihan bibit jahe merah dalam polybag, penggunaan pupuk yang tepat dan pengairan yang tepat.
Ketiga, bisa menggunakan modal seadanya. Untuk terjun dalambudidaya jahe merah, anda tidak harus mengeluarkan modal yang besar. Modal kecilpun bisa anda lakukan semisal ratusan ribu. Namun, semakin banyak modal yang dikeluarkan, tentu semakin banyak peluang yang dihasilkan.
Keempat, ramah lingkungan dan membuat lingkungan hijau, sejuk dan segar. Budidaya jahe merah turut membantu penyelamatan lingkungan dari bahaya pemanasan global. Di samping itu, lingkungan lebih indah dan sedap dipandang. Hal ini bisa anda buktikan sendiri ketika anda memanfaatkan teras dan pekarangan rumah anda yang kosong.

Cara Budidaya Jahe Merah mudah

Kelima,  cukup mudah untuk dibudidayakan. Budidaya jahe merahtinggal siapkan lahan, bibit jahe merah dan pupuk serta penyiangan secara berkala. Namun betapapun mudahnya, anda juga tidak melakukanya dengan asal-asalan. Untuk anda yang ingin belajar budidaya jahe merah bisa bertanya ke ahlinya atau bisa belajar ke tempat kami di Rajek Lor RT 2 RW 24 Tirtoadi Mlati Sleman.
Keenam, belum banyak pesaing. Saat ini, budidaya jahe merahtergolong masih sedikit yang membudidayakannya. Tampaknya, masih sedikit masyarakat yang tahu dan sadar akan nilai ekonomisnya. Padahal potensi pasar amat menggiurkan. Ini merupakan peluang usaha bagi anda yang jeli dan ingin mencicipi manisnya budidaya jahe merah.

Peluang Usaha budidaya Jahe Merah

Ketujuh, bisa dijadikan pekerjaan pokok dan sampingan. Untuk anda yang belum memiliki pekerjaan mapan, tidak ada salahnya mencoba budidaya jahe merah sebagai peluang usaha sampingan. Anda bisa fokus dan serius menerjuni bisnis ini. Namun, bagi anda yang sibuk, anda pun bisa melakukan budidaya jahe merah 
Kedelapan, budidaya jahe merah tergolong tahan penyakit. Selama cara perawatannya benar, budidaya jahe merah bebas dari penyakit alias hama tanaman. Biasanya hama budidaya jahe merah adalah ulat, kumbang dn kutu. Hama tersebut bisa anda antisipasi dengan menyemprotkan insektisida sesuai kadar takarannya.
Kesembilan, bisa dilakukan dalam berbagai musim. Budidaya jahe merah bisa dilakukan dalam berbagai musim. Musim panas dan musim hujan pun anda bisa membudidayakan jahe merah. Hanya saja, menurut para ahli, musim awal hujan merupakan masa yang paling cocok untuk budidaya jahe merah. Tetapi, musim lainnya juga tidak kalah bagus, selama pemeliharaanya dilakukan dengan cara benar.
Demikian sedikit info tentang sembilan alasan mengapa perlu mencoba budidaya jahe merah. Selamat mencoba.