Entri Populer

Sabtu, 23 Juni 2018

Pemeliharaan Bibit Tanaman Jahe Merah


Pemeliharaan Bibit Jahe merah


Bibit Jahe Merah, - Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.
Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit jahe merah yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.
Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.
bibit jahe merah

Membantu bibit beradaptasi


Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.
Penyiapan Lahan Pembesaran
Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).
Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.
Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.   






Kamis, 31 Mei 2018

Jahe merah sebagai tanaman obat keluarga


Sejak zaman dahulu, Indonesia dikenal sebagai salah satu daerah penghasil rempah rempah yang melimpah sehingga membuat bangsa kolonial tertarik dan menjajah Indonesia. Salah satu produk rempah rempah yange menjadi andalan Indonesia adalah Jahe. Jahe yang termasuk mahal saat ini adalah jahe merah. Mengapa demikian? 

Jahe sebagai tanaman Obat Keluarga multikhasiat


Jahe merah adalah salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat manfaat bagi dunia herbal dan kesehatan. Itulah sebabnya, jahe merah adalah salah satu tanaman bernilai ekonomis dan bernilai jual tinggi. Jahe mengandung  nutrisi tinggi seperti minyak atsiri, vitamin B1, vitamin B2, flavonoid, fosfor dan zat besi yang berguna untuk kesehatan dan penumpas berbagai penyakit.
Masyarakat Indonesia sebenarnya sejak dulu memanfaatkannya sebagai bagian dari rempah rempah untuk pengobatan tradisional. Herbal jahe ini terbukti ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti batuk, melancarkan peredaran darah menurunkan tekanan darah, dan mengatasi mual dan masuk angin, mengobati sakit kepala dan lain lain.
jahe merah

Jahe rupanya tidak hanya digunakan bangsa indonesia saja, tetapi bangsa lain juga memanfaatkannya. Masyarakat Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan utama membuat obat.
Berikut keterangan lengkap kandungan jahe dalam tinjauan farmasi.
Nama Zat aktif
Efek farmakologis
Limonene
Menggambat jamur jenis Candida alhicans, antikholinesterase dan obat flue
1,8 Cineole
Mengatasi ejakulasi prematur atau dini, merangsang ereksi, perangsang aktivitas syaraf pusat, penguat hepar dan merangsang keluarnya keringat.
10-Dehydrogingerdione, 10 gingerdione, 6 gingerdion , 6 gingerol
Anti pendarahan di luar haid, merangsang produksi getah bening dan merangsang kekebalan tubuh.
Arginine
Mencegah kemandulan dan memperkuat daya sperma
Aspartic acid
Penyegar dan perangsang syaraf
AspaBetha-Sitoserol
Perangsang horman androgen, mencegah hiper-lipoprotein, menghambat hormon estrogen dan bahan baku feroid
Capry-acid
Anti jamur Candida albicand
Capsaicin
Merangsang ereksi, menghambat keluarnya enzim 5-lipoksigenase dan siklo-oksigenase dan meningkatkan aktifitas endokrin
Chlorogenic
Berguna untuk merangsang regenerasi kulit sehingga mencegah penuaan.
Farnesol
Bahan pewangi makanan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk membuat regenerasi sel normal.

Dengan segudang manfaat tersebut menjadikan jahe merah menjadi salah satu tanaman obat keluarga (Toga) yang dicari dan diburu entah untuk keperluan obat kesehatan maupun untuk kepentingan ekonomis dan bisnis.
Anda tertarik budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang yang sudah bertunas dan bibit tunas dalam bentuk polybag. Kami siap kirim kirim ke seluruh Indonesia melalui jasa cargo, pos, pahala express, indah cargo. Untuk pemesanan dan keterangan lengkapnya bisa menghubungi sms/ WA/ Telpon ke 087838393451 berlokasi di Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman Jogja.

Senin, 28 Mei 2018

Bagaimana Cara Memilih Bibit Jahe unggulan?


Cara Memilih Bibit Jahe Merah Unggulan
Sebelum membeli bibit jahe merah dari pembudidaya atau petani, ada beberapa hal yang mesti diketahui dalam memilih bibit unggulan. Bibit jahe merah yang baik tentu saja tidak boleh dari rimpang yang berjamur, permukaan tidak bagus dan usianya terlalu muda. Jika dilihat dari luar, rimpang jahe merah yang sehat tidak akan memiliki bintik bintik putih. Bintik putih dari penampilan fisik jahe merah menandakan jamur sedang menyerangnya.
Jika bibit dipilih dari jahe yang tidak sehat, maka rentan tidak tumbuh, rusak atau membusuk. Sebaiknya pilih jahe yang sehat saja. Cara memilih jahe yang sehat adalah dengan melihat bagian luar rimpang. Jika terbebas dari bintik putih dan permukaanya tidak cacat, maka bisa dikatakan rimpang tersebut sehat. Selanjutnya, coba belah rimpang jahe merah tersebut. Pastikan bagian dalamnya tidak ada bintik bintik hitamnya. Rimpang jahe merah yang sehat juga akan memberikan aroma segar ketika dipotong. Ada serat halus jika dipotong melintang.

Memilih induk bibit jahe merah
bibit jahe merah

Salah satu kunci sukses menanam jahe merah adalah mulailah dengan memilih bibit yang baik. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengetahui sumber bibit (induk bibit). Akan lebih bagus jika kita membeli bibit dari pembudidaya. Biasanya mereka memilih bibit dengan kualitas bagus. Walau tidak 100 persen bibit yang dibeli berasal dari tanaman jahe unggulan. Namun saat ini sudah banyak pembudidaya yang mengolah bibitnya sendiri.

Cara membuat bibit jahe merah berikut langkah langkahnya
ü   Membeli bibit jahe merah dari petani atau pembudidaya.
ü  Lakukan seleksi bibit mana yang sehat dan tidak
ü  Jika melihat ada bibit yang memiliki pertumbuhan bagus dan cepat, kita bisa menyisihkannya.
ü  Jangan ragu untuk membuang bibit yang memiliki kualitas jelek (lama tumbuh)
ü  Besarkan bibit yang dinilai sehat tersebut.
ü  Setelah dewasa biarkan usia tanamannya mencapai 11-12 bulan.
ü  Seleksi kembali tanaman yang digunakan untuk menjadi calon bibit.
ü  Jika tanaman tumbuh dengan subur, daun hijau, batang tegak dan tidak membawa penyakit bisa digunakan sebagai bibit.
Anda sedang mencari bibit jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah kualitas tua dan siap tanam dan siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Untuk pemesanan bisa menghubungi sms/telpon/WA 087838393451 berlokasi di Sleman.

Kamis, 10 Mei 2018

Bagaimana Memelihara Bibit Jahe Merah?


Pemeliharaan Bibit Jahe merah

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.
Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah
bibit jahe merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.
Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.
Membantu bibit beradaptasi

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.
Penyiapan Lahan Pembesaran
Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).
Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.
Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.   






Jumat, 26 Agustus 2016

Jahe Yang Penuh Manfaat

JAHE SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA MULTIKHASIAT

jahe merah unggul


Jahe merah adalah salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat manfaat bagi dunia herbal dan kesehatan. Itulah sebabnya, jahe merah adalah salah satu tanaman bernilai ekonomis dan bernilai jual tinggi. Jahe mengandung  nutrisi tinggi seperti minyak atsiri, vitamin B1, vitamin B2, flavonoid, fosfor dan zat besi yang berguna untuk kesehatan dan penumpas berbagai penyakit.
Masyarakat Indonesia sebenarnya sejak dulu memanfaatkannya sebagai bagian dari rempah rempah untuk pengobatan tradisional. Herbal jahe ini terbukti ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti batuk, melancarkan peredaran darah menurunkan tekanan darah, dan mengatasi mual dan masuk angin, mengobati sakit kepala dan lain lain.
Jahe rupanya tidak hanya digunakan bangsa indonesia saja, tetapi bangsa lain juga memanfaatkannya. Masyarakat Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan utama membuat obat.

KANDUNGAN MANFAAT JAHE MERAH

Berikut keterangan lengkap kandungan jahe dalam tinjauan farmasi.
Nama Zat aktifEfek farmakologis
LimoneneMenggambat jamur jenis Candida alhicans, antikholinesterase dan obat flue
1,8 CineoleMengatasi ejakulasi prematur atau dini, merangsang ereksi, perangsang aktivitas syaraf pusat, penguat hepar dan merangsang keluarnya keringat.
10-Dehydrogingerdione, 10 gingerdione, 6 gingerdion , 6 gingerolAnti pendarahan di luar haid, merangsang produksi getah bening dan merangsang kekebalan tubuh.
ArginineMencegah kemandulan dan memperkuat daya sperma
Aspartic acidPenyegar dan perangsang syaraf
AspaBetha-SitoserolPerangsang horman androgen, mencegah hiper-lipoprotein, menghambat hormon estrogen dan bahan baku feroid
Capry-acidAnti jamur Candida albicand
CapsaicinMerangsang ereksi, menghambat keluarnya enzim 5-lipoksigenase dan siklo-oksigenase dan meningkatkan aktifitas endokrin
ChlorogenicBerguna untuk merangsang regenerasi kulit sehingga mencegah penuaan.
FarnesolBahan pewangi makanan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk membuat regenerasi sel normal.

Dengan segudang manfaat tersebut menjadikan jahe merah menjadi salah satu tanaman obat keluarga (Toga) yang dicari dan diburu entah untuk keperluan obat kesehatan maupun untuk kepentingan ekonomis dan bisnis.
Anda tertarik budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang yang sudah bertunas dan bibit tunas dalam bentuk polybag. Kami siap kirim kirim ke seluruh Indonesia melalui jasa cargo, pos, pahala express, indah cargo. Untuk pemesanan dan keterangan lengkapnya bisa menghubungi sms/ WA/ Telpon ke 087838393451 berlokasi di Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman Jogja.

Rabu, 08 Juni 2016

KONDISI TANAH YANG COCOK UNTUK JAHE MERAH

Kondisi TANAH YANG COCOK UNTUK JAHE MERAH

Tanaman jahe merah cocok hidup pada tanah gembur. Tanah yang gembur biasanya mengandung unsur organik atau unsur hara yang tinggi sehingga diharapkan menghasilkan panen yang maksimal dan memuaskan. Tanah yang mengandung unsur organik bisa berasal dari kotoran ternak semacam kambing, kelinci, sapi dan lain sebagainya yang telah terurai dengan tanah serta sisa sisa humus atau kompos.
Sebagian besar jenis tanah di Indonesia cocok digunakan untuk bercocok tanam jahe merah. Apalagi saat ini menanam jahe merah tidak harus di tanah atau bedengan. Bisa juga menggunakan karung atau polybag. Bahkan, menggunakan karung atau polybag kita bisa mengolah tanah sesuai dengan kebutuhan hidup jahe merah.
Berikut beberapa jenis tanah yang cocok digunakan untuk budidaya jahe merah.
Tanah yang cocok
tanah andosol untuk jahe
tanah andosol
Jenis tanah yang baik untuk digunakan menanam jahe merah adalah andosol. Tingkat kesuburan tanah andosol lebih baik dibandingkan tanah latosol. Tanah andosol memiliki warna hitam kelabu sampai coklat tua. Memiliki tekstur agak berpasir, berdebu dan mengandung tanah liat. Tanah ini cenderung gembur dan memiliki pH antara 5,0-7,0. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk menanam jahe merah mengingat kandungan unsur hara dan zat organik yang tinggi.
tanah latosol jahe merah
tanah latosol
Tanah latosol memiliki warna merah yang kesuburannya dalam tingkat sedang. Tanah latosol biasanya berwarna merah coklat hingga kuning. Tekstur liat dan memiliki sifat gembur. Kandungan unsur hara dan kadar organiknya tinggi, meski sedikit di bawah andosol.  Walau demikian jenis tanah latosol cocok untuk tanaman jahe merah. Hanya saja tingkat produksi panennya masih kalah dibanding tanah andosol.
Campuran tanah latosol dan andosol juga bisa dipakai untuk budidaya jahe merah. Pasalnya, perpaduan kedua sifat tanah ini bisa menjadikan tanaman lebih kuat tertancap di tanah. Sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh kembang rimpang.
Selain mengoplos tanah, petani jahe merah juga bisa mengoplos dengan campuran pupuk organik semacam pupuk kandang atau kompos. Tujuannya supaya tanah menjadi subur dan gembur dan cocok untuk tumbuh kembangnya tanaman jahe merah.
Tanaman jahe merah dapat tumbuh di ketinggian 1,500 dpl. Namun cocok pula ditanam di ketinggian 500-950 dpl. Tentunya dengan syarat keadaan tanahnya subur atau gembur, mendapat sorotan matahari yang cukup, dan perawatannya yang maksimal.
Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dan siap kirim kirim ke seluruh pelosok nusantara. Untuk anda yang berlokasi area Jogja, Bantul, Kulon Progo, Klaten, Sleman, Magelang silahkan datang ke tempat kami atau cod di area tersebut. Namun, bila anda berlokasi jauh semacam Jakarta, Depok, Semarang, Surabaya, Makassar, Lampung, Medan, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Barat, NTT, Bali, Banten, Jawa Timur, Banyuwangi, Kediri, Jember, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Sidoarjo dan lain sebagainya bisa dengan jalur darat, udara dan laut sesuai permintaan konsumen. Semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

Minggu, 29 Mei 2016

Syarat Tumbuh Budidaya Jahe Merah

Budidaya jahe merah cocok ditanam di tanah yang subur, gembur dan banyar mengandung unsur humus (sisa sisa daun, dll). Tekstur tanah yang baik adalah tanah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik. Di samping itu, supaya memperoleh rimpang yang banyak, tanaman jahe merah diperlukan drainase (pengairan) yang baik dan mendapatkan asupan “gizi” berupa pupuk organik dan pemberian dolomit yang tepat.
pupupk jahe merah humus
   humus tanaman cocok untuk menanam jahe merah
Untuk lahan dengan kemiringan >3 dianjurkan untuk dilakukan pembuatan terasering. hal ini untuk menghindari terjadinya pencucian lahan yang menyebabkan tanah menjadi tidak subur atau mungkin hanyut akibat terpaan hujan.
tanaman jahe merah secara geografis, cocok didaerah tropik dan sub tropik seperti Indonesia. Daerah tropik dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun dengan kadar 2,500-4,000 mm/tahun. Jahe merah juga cocok dikembangkan di daerah dengan iklim sejuk dengan ketinggian antara 500- 1,000 meter dari permukaan laut.
Namun, tanaman jahe juga cocok dikembangkan dengan curah kurang dari 2,500 mm, di dataran rendah dan lahan gambut. Tentu saja dengan cara khusus seperti penambahan unsur hara, pupuk organik di lahan dan pupuk organik cair (fermentasi urine kelinci), dolomit dan pengairan yang tepat. Suhu udara juga mendukung dengan kisaran 20- 35 derajat celcius.
Secara umum, selama masa pertumbuhan, tanaman jahe merah memerlukan instensitas sinar matahari yang tinggi. Terutama di saat umur 2,5 bulan sampai 7 bulan. Dengan kata lain budidaya jahe merah  perlu ditempatkan di lahan terbuka dengan intensitas cahaya matahari 70-100 % atau agak ternaungi sampai terbuka. Namun, di awal pembibitan atau awal pertumbuhan sebelum berumur dua bulan, sebaiknya di taruh di tempat yang sejuk dan ternaungi matahari secara terus menerus. Tujuannya tentu saja supaya tidak cepat layu atau terbakar akibat sinar matahari langsung.
Anda ingin budidaya jahe merah? kami sedia bibit jahe merah berkualitas super, sudah tua dan berkualitas atau unggul. Kami juga sedia pupuk organik cair berupa fermentasi urine kelinci untuk “pengocoran” di lahan supaya subur dan rimpangnya berkembang dengan maksimal sehingga ketika panen menghasilkan rimpang yang banyak dan melimpah.
dolomit untuk jahe merah
dolomit cocok untuk menanam jahe merah

fermentasi urine kelinci
fermentasi urine kelinci untuk pupuk organik cair jahe merah